Design For Your Life
Jumat, 13 Januari 2012
arti warna
Merah
Respon Psikologi: Power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya, berpendirian, dinamis, dan percaya diri
Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental. Bisa berarti berani dan semangat yang berkobar-kobar. Singkatnya secara umum berhubungan dengan perasaan yang meledak-ledak. Warna merah mudah menarik perhatian dan meningkatkan nafsu. Karena itu seperti saya katakan tadi, bisnis makanan banyak menggunakan warna dominan merah karena ini dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan pembeli, lihat saja warna pizza hut, McD, KFC yang juga ada merahnya.
Atau kalau untuk teks, warna merah pasti akan lebih menarik perhatian dibanding warna lain. Namun jika untuk background dengan teks hitam, akan membuat mata cepat lelah.
Respon Psikologi: Power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya, berpendirian, dinamis, dan percaya diri
Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan denga Putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental. Bisa berarti berani dan semangat yang berkobar-kobar. Singkatnya secara umum berhubungan dengan perasaan yang meledak-ledak. Warna merah mudah menarik perhatian dan meningkatkan nafsu. Karena itu seperti saya katakan tadi, bisnis makanan banyak menggunakan warna dominan merah karena ini dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan pembeli, lihat saja warna pizza hut, McD, KFC yang juga ada merahnya.
Atau kalau untuk teks, warna merah pasti akan lebih menarik perhatian dibanding warna lain. Namun jika untuk background dengan teks hitam, akan membuat mata cepat lelah.
Biru
Respon Psikologi: Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan, Damai, menyejukkan, spiritualitas, kontemplasi, misteri, dan kesabaran.
Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan tenang, terpercaya, ilmu dan wawasan. Warna ini sangat baik untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Bank-bank banyak menggunakan warna biru sebagai warna dominannya, demikian juga pendidikan.
Respon Psikologi: Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi, Kebersihan, Keteraturan, Damai, menyejukkan, spiritualitas, kontemplasi, misteri, dan kesabaran.
Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan tenang, terpercaya, ilmu dan wawasan. Warna ini sangat baik untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Bank-bank banyak menggunakan warna biru sebagai warna dominannya, demikian juga pendidikan.
Hijau
Respon Psikologi: Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan, pertumbuhan, kesuburan, harmoni, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan
Warna Hijau tidak terlalu ’sukses’ untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai. Banyak produk yang menekankan kealamian produk menggunakan warna ini sebagai pilihan. Untuk perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan eksplorasi alam, warna hijau banyak dipakai untuk menegaskan bahwa perusahannya berwawasan lingkungan. Warna ini termasuk yang sedang ngetren dan akan banyak dipakai khususnya dengan kampanye yang berhubungan dengan lingkungan. Kemasan deterjen juga tidak sedikit yang menggunakan warna hijau.
Respon Psikologi: Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan, pertumbuhan, kesuburan, harmoni, optimisme, kebebasan, dan keseimbangan
Warna Hijau tidak terlalu ’sukses’ untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai. Banyak produk yang menekankan kealamian produk menggunakan warna ini sebagai pilihan. Untuk perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan eksplorasi alam, warna hijau banyak dipakai untuk menegaskan bahwa perusahannya berwawasan lingkungan. Warna ini termasuk yang sedang ngetren dan akan banyak dipakai khususnya dengan kampanye yang berhubungan dengan lingkungan. Kemasan deterjen juga tidak sedikit yang menggunakan warna hijau.
Ungu atau Jingga
Respon Psikologi: Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan, Ramah, Romantis, dan Mandiri.
Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam. Ungu adalah capuran warna merah dan biru. Menggambarkan sikap ‘gempuran’ keras yang dilambangkan dengan warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan.
Respon Psikologi: Spiritual, Misteri, Kebangsawanan, Transformasi, Kekasaran, Keangkuhan, Ramah, Romantis, dan Mandiri.
Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam. Ungu adalah capuran warna merah dan biru. Menggambarkan sikap ‘gempuran’ keras yang dilambangkan dengan warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan.
Coklat
Respon Psikologi: Tanah/Bumi, Reliability, Comfort, Daya Tahan, Stabilitas, Bobot, Kestabilan dan Keanggunan.
Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolumbia, warna Coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil.
Respon Psikologi: Tanah/Bumi, Reliability, Comfort, Daya Tahan, Stabilitas, Bobot, Kestabilan dan Keanggunan.
Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolumbia, warna Coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil.
Hitam
Respon Psikologi: Ketakutan, Power, Kecanggihan, Kematian, Misteri, Seksualitas, Kesedihan, Keanggunan, dan Independen, Berwibawa, Penyendiri, Disiplin, dan Berkemauan keras.
Melambangkan kematian dan kesedihan di budaya Barat. Sebagai warna Kemasan, Hitam melambangakan Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated). Menunjukkan hal yang tegas, elegan, dan eksklusif. Juga bisa mengandung makna rahasia. Seperti ketika saya memilih warna dominan hitam pada Rahasia Blogging.warnatersebut sangat mendukung kata “rahasia” yang ingin saya tekankan.
Kalau untuk warna mobil, biasanya mobil berwarna hitam lebih mahal daripada mobil berwarna lain.
Respon Psikologi: Ketakutan, Power, Kecanggihan, Kematian, Misteri, Seksualitas, Kesedihan, Keanggunan, dan Independen, Berwibawa, Penyendiri, Disiplin, dan Berkemauan keras.
Melambangkan kematian dan kesedihan di budaya Barat. Sebagai warna Kemasan, Hitam melambangakan Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated). Menunjukkan hal yang tegas, elegan, dan eksklusif. Juga bisa mengandung makna rahasia. Seperti ketika saya memilih warna dominan hitam pada Rahasia Blogging.warnatersebut sangat mendukung kata “rahasia” yang ingin saya tekankan.
Kalau untuk warna mobil, biasanya mobil berwarna hitam lebih mahal daripada mobil berwarna lain.
Putih
Warna suci dan bersih, natural, kosong, tak berwarna, netral, awal baru, kemurnian dan kesucian
Warna yang sangat bisa dipadukan dengan warna apapun. Warna putih di situs web banyak dipakai sebagai warna background teks hitam. Sebab pengunjung akan lebih mudah untuk membacanya.
Warna suci dan bersih, natural, kosong, tak berwarna, netral, awal baru, kemurnian dan kesucian
Warna yang sangat bisa dipadukan dengan warna apapun. Warna putih di situs web banyak dipakai sebagai warna background teks hitam. Sebab pengunjung akan lebih mudah untuk membacanya.
Abu Abu
Respon Psikologi: Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan.
Respon Psikologi: Intelek, Masa Depan (kayak warna Milenium), Kesederhanaan, Kesedihan.
Teori Brewster
Teori Brewster adalah teori yang menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna. Keempat kelompok warna tersebut, yaitu: warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral. Teori ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1831.
Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna brewster mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.
Pembagian warna
Warna primer
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah metrah, biru, dan kuning.
Warna sekunder
Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.
Warna tersier
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga. Warna coklat merupakan campuran dari ketiga warna merah, kuning dan biru.
Warna netral
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.
Final Test Assignment
disini saya ingin berbagi ilmu pengetahuan kepada anda bagaimana para mahasiswa DKV membuat karya karya nya. kali ini saya akan memperlihatkan rancangan tugas akhir pelajaran "colour theory" milik saya berikut dengan filosofi dari nasing masing warna yang saya masukan kedalam karya saya :
Judul karya : SPILL THE RED TINT
Desainer : Indra Jaya Wangsa
Dosen : Bpk. Santo
Penjelasan dalam karya ini :
1. Warna Merah : sengaja saya pilih warna merah dalam karya ini karena warna merah mengandung arti "berani". mengapa dan apa hubungannya dengan karya ini ?
jawabannya adalah karena dalam berkarya kita tidak boleh takut , kita harus berani dalam menuangkan apa ide kita. berani berkreatifitas adalah modal yang dibutuhkan oleh seorang desainer
2. botol merah : botol merah menagndung arti sebagai wadah dari ide kreatif kita. botol ini sama saja seperti otak kita yang menampung ide kita .
3. Cat merah yang keluar dari botol : cat yang mengalir keluar dari botol mempunyai arti sebagai proses dalam menuangkan ide itu sendiri ketika ingin dijadikan sebuah konsep yang baik.
4. gradasi yang dihasikan dari tumpahan cat : gradasi disini menjelaskan sebagai hasil dari ide kita yang terus berubah dan berkembang dari waktu ke waktu.
begitulah penjelasan dari masing masing unsur yang ada dalam karya saya :)
Judul karya : SPILL THE RED TINT
Desainer : Indra Jaya Wangsa
Dosen : Bpk. Santo
Penjelasan dalam karya ini :
1. Warna Merah : sengaja saya pilih warna merah dalam karya ini karena warna merah mengandung arti "berani". mengapa dan apa hubungannya dengan karya ini ?
jawabannya adalah karena dalam berkarya kita tidak boleh takut , kita harus berani dalam menuangkan apa ide kita. berani berkreatifitas adalah modal yang dibutuhkan oleh seorang desainer
2. botol merah : botol merah menagndung arti sebagai wadah dari ide kreatif kita. botol ini sama saja seperti otak kita yang menampung ide kita .
3. Cat merah yang keluar dari botol : cat yang mengalir keluar dari botol mempunyai arti sebagai proses dalam menuangkan ide itu sendiri ketika ingin dijadikan sebuah konsep yang baik.
4. gradasi yang dihasikan dari tumpahan cat : gradasi disini menjelaskan sebagai hasil dari ide kita yang terus berubah dan berkembang dari waktu ke waktu.
begitulah penjelasan dari masing masing unsur yang ada dalam karya saya :)
Photography
Sekilas tentang Fotografi
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
My Assignment about photograph
1. Ambilah 2 buah foto yang menampilkan warna cerah / ceria dan warna suram / misterius
Dan Berikut ini adalah 2 buah contoh foto yang saya ambil :
a. Foto dengan warna suram
foto yang pertama ini banyak sekali mengandung unsur warna warna gelap seperti hitam ,abu abu, dan biru gelap, objek dari foto ini pun terlihat murung sehingga menambah unsur suran di dalamnya
b, foto dengan warna cerah / ceria
foto dibawah ini menampilkan unsur unsur warna yang terang . tetapi dalam foto ini terdapat suatu kesalahan yakni pengambilan fotonya kurang memperhatikan keadaan cahaya. disini keadaan cahaya terlalu terang sehingga membuat mata silau ketika melihatnya.
contoh foto yang kedua dengan unsur warna cerah
foto di atas adalalah salah satu contoh foto yang memiliki unsur warna yang cerah. tingkat saturasi , kekontrasan dan cahaya ketika pengambilan foto sudah baik.
Warna dalam fotografi
Secara prinsip, warna merupakan salah satu elemen penting dalam fotografi. Warna sangat merespon mata dan menstimulus rasa.
Deskripsi warna dalam fotografi, terkategorisasikan dalam tiga macam penjelasan. Ketiganya terdefinisi sebagai
(1) warna dari spektrum cahaya (fisik),
(2) warna kimiawi dan
(3) warna yang memberi pengaruh psikis.
1.Warna cahaya
Warna cahaya merupakan warna dari gelombang elektromagnetik yang berasal dari sumber cahaya. Warna sebagai bagian dari spektrum cahaya (warna terbentuk dari spektrum cahaya) yang merujuk pada cahaya yang terdefraksi dalam berbagai warna. Teori spektrum warna yang digagas Isaac Newton menjelaskan bahwa cahaya terdiri bermacam gelombang. Masing-masing gelombang memancarkan warna cahaya yang berbeda. Hanya sebagian kecil saja berbagai cahaya spektrum yang ada di alam ini yang bisa ditangkap oleh medium mata. Antara mata sebagai medium tentu berbeda dengan medium kamera ketika menangkap spektrum cahaya. Kadang justru antara mata dan medium lain memberi hasil yang berbeda.
2.Warna kimiawi atau pigmen
Berbeda dengan warna yang dihasilkan spektrum cahaya. Warna kimiawi adalah warna yang sudah ada pada benda. Warna materi adalah warna pigmen yang dimiliki sebuah benda dan memberi ciri warna. Pigmentasi pada benda tidak menghasilkan cahaya melainkan bergantung sumber cahaya sekitarnya untuk terlihat mata.
Klasifikasi warna pigmen menurut teori Prang digolongkan dalam beberapa tingkatan, yaitu: (1) warna primer, (2) warna sekunder, (3) warna tersier.
Warna primer Merupakan warna dasar yang menghasilkan turunan warna dari hasil kombinasinya. Warna dasar ini, terdiri dari warna Merah (Red), Kuning (Yellow) dan Biru (Blue). Hal ini berbeda dengan warna addictive Merah, Hijau, Biru. Dalam teori ini, warna turunan dari hasil pencampuran warna primer disebut warna sekunder. Warna sekunder merupakan campuran dua warna primer, sebagai contoh: Warna merah dengan kuning menghasilkan warna orange atau jingga. Warna kuning dengan biru menghasilkan warna hijau. Sedangkan pencampuran warna biru dengan merah menghasilkan warna ungu. Sementara warna trisier merupakan gabungan warna sekunder dengan dengan warna primer.
3. Warna Psikis
Setiap warna memberikan kesan. Keagungan, mewah, kesejukan, kesedihan, maupan kegembiraan adalah deskripsi terbatas terhadap kesan yang ditampilkan oleh warna. Warna juga memberi gambaran suasana yang berhubungan dengan rasa. Warna menjadi simbol yang digunakan menginterpretasikan makna. Dalam fotografi, warna menjadi elemen penting. Warna adalah rangsangan visual yang dilakukan oleh mata dan otak dari interaksi objek dan sumber cahaya. Selain berfungsi memisahkan dan membedakan elemen dalam foto, warna juga memberi keindahan, menarik perhatian, serta berperan penting dalam penyampaian pesan. Disitulah warna membentuk komunikasi psikis.
4. Warna addictive
Ada dua macam sifat warna, yaitu additive dan subtractive. Warna additive berasal dari cahaya spectrum. Warna additive terdiri dari merah (Red), hijau (Green), biru (Blue) yang disingkat RGB.
5. Warna substractive
Warna Dasar yang digunakan pada hasil cetak secara kimiawi adalah Cyan, Magenta, Yellow (Kuning). Disebutkan warna Magenta adalah warna merah yang paling murni. Begitu juga warna Cyan yang digambarkan sebagai warna biru Ben Hur. Sedangkan Warna Kuning adalah warna kuning Lemon. Penambahan warna hitam dilakukan pada pencetakan karena penggabungan warna substractive tidak benar-benar menghasilkan warna hitam tetapi warna kecoklatan.
6. Macam warna
Macam warna warm color dan cool color, diantara dua macam warna tersebut ada warna netral. Warna dingin (cool color) merupakan warna yang memberi kesan kesejukan, kedamaian maupun ketenangan. Warna-warna tersebut, misalnya biru, hijau dan ungu. Warna biru sebagai warna langit siang hari ketika cerah. Sedangkan hijau lebih identik dengan warna hijau daun. Warna hangat (warm color) berhubungan dengan matahari yang bersinar di waktu pagi. Warna-warna yang muncul diantaranya merah, magenta, orange dan kuning yang memberi kesan kehangatan. Sedangkan neutral color terdiri dari warna putih, hitam, abu-abu. Selain itu banyak juga yang memasukkan coklat, silver dan gading kedalam warna netral.
7. Karakteristik warna
Warna memberi kesan psikis terhadap seseorang. Penidentifikasian warna membangun rasa dalam perlambangnya. Setiap warna memberi ciri khas yang berbeda-beda. Individu atau kelompok memilih maupun mempergunakan warna sesuai dengan seleranya. Setiap warna mempunyai karakter yang berbeda. Bermacam warna memberi makna yang berbeda pula. Seperti: (1) Warna merah punya sifat semangat membara. Karena faktor warna merah yang mengadopsi warna darah dalam tubuh, matahari pagi dan api. Warna merah memberi kesan kehangatan berlawanan dengan warna biru yang dingin. Warna merah merupakan tanda bahaya, peringatan, dan berhenti dalam traffic light. Yang melambangkan keberanian, semangat, perjuangan, kekuatan maupun kegairahan. Warna ini sangat cepat merespon mata.
(2) Warna pink melambangkan cinta dan esentrik, sementara romantisme salah satu kesan warna ini. (3) Warna orange merupakan kombinasi antara warna merah dan kuning melambangkan keceriaan, kehangatan persahabatan maupun optimisme. Warna ini mempunyai daya tarik karena cepat merangsang pandangan mata. (4) Warna kuning merupakan perlambang kegembiraan, memberi kesan terang, cerah, bersinar, ketegasan. Warna ini juga menstimulus pandangan mata sebagaimana warna jingga. Mengapa warna merah, jingga dan kuning lebih cepat ditangkap mata? Warna-warna tersebut termasuk warna yang menarik perhatian mata dibanding warna yang lain. Mata lebih peka terhadap warna-warna hangat.
Meskipun senang atau tidaknya terhadap warna tersebut sangat tergantung dengan selera.(5) Warna hijau merupakan warna alam dedaunan yang melambangkan kesegaran, relaksasi, harmoni, kealamian, kesejukan dan bersifat menenangkan. (6) Warna ungu merupakan warna kebangsawanan, aristokrat, kekuasaan, keanggunan, keindahan maupun kelembutan. Merupakan hasil perpaduan warna merah dan biru.
Meskipun senang atau tidaknya terhadap warna tersebut sangat tergantung dengan selera.(5) Warna hijau merupakan warna alam dedaunan yang melambangkan kesegaran, relaksasi, harmoni, kealamian, kesejukan dan bersifat menenangkan. (6) Warna ungu merupakan warna kebangsawanan, aristokrat, kekuasaan, keanggunan, keindahan maupun kelembutan. Merupakan hasil perpaduan warna merah dan biru.
(7) Warna abu-abu memberi kesan ketenangan, keteduhan maupun elegan. Mudah dikombinasikan dengan berbagai warna. Tidak menunjukan kecenderungan dari kekontrasan warna. (8) Warna putih merupakan warna polos, formal dan bersih. Melambangkan kesucian, murni, ringan dan kelembutan. (9) Warna biru memberi kesan kesejukan, dingin, damai maupun memberi ketenangan pikiran. Warna ini juga memberi kesan luas pada ruang. (10) Warna hitam menggabarkan suatu misteri, kegelapan, independen dan dramatis. Selain itu juga mempunyai kesan kesunyian. Hitam termasuk warna yang solid, tegas dan kuat.
(11) Warna silver berkesan glamor, mahal dan kemilauhan. (12) Warna emas melambangkan kemakmuran, aktif dan dinamis. (13) Warna coklat identik dengan buah coklat yang berkesan tua, kesederhanaan, kaya dan hangat.n. Sedangkan (14) warna kream memberi kesan lembut dan klasik.
8. Jenis Warna
Meskipun kombinasi warna telah mencapai jutaan warna, tapi hingga saat ini tidak ada pernyataan kalkulasi jenis warna dengan namanya secara keseluruhan. Penyebutan nama setelah pencampuran warna tertier sudah tidak lagi terindefikasi namanya dengan jelas. Memang yang banyak dikenal adalah warna-warna terlihat secara umum. Tetapi lebih dari itu tidak dapat terdeskripsikan dengan lengkap. Jenis warna yang mudah dikenali dan sangat familiar, berasal dari warna pelangi, yaitu: Merah Jingga Kuning, Hijau, Biru Nila Ungu. Ataupun benda yang sudah indentik dengan warna, pohon coklat warna coklat, jeruk orange warna orange, perak, emas, kuning telur, gading putih maupun warna lavender dari bunga lavender, lembayung terang. Selain itu banyak warna yang dinamai tapi belum familiar, seperti Olive, Teal, Fuchsia, Lime, Aqua, Turquoise biru hijau, Beige coklat abu-abu, celadon, taupe, pirus dan lain sebagainya. Tetapi setelah turunan warna ini sangat sulit orang mengenal namanya.
9. Intensitas Warna
aktor yang menjelaskan intensitas warna berketerkaitan dengan kekentalan atau kepekatan suatu warna. pekat tidaknya ditentukan viskositasnya. Intensitas warna kuat merujuk nilai saturasi yang besar. Pengertian saturasi berbeda dengan kontras maupun kecerahan (brightness). Kalau kontras lebih pada perbedaan daerah shadow dan highlight. Sedangkan brightness lebih cenderung pada terang gelapnya warna.
Sementara saturasi, semakin tidak tersaturasi warna dalam sebuah foto maka foto tersebut akan mendekati monokrom.
Sementara saturasi, semakin tidak tersaturasi warna dalam sebuah foto maka foto tersebut akan mendekati monokrom.
10. Nada Warna
Nada warna merupakan tingkatan kecerahan suatu warna dari yang rendah hingga tinggi. Yang membedakan gelap terangnya suatu warna dari warna awal. Dari warna tua hingga ke warna lebih muda dimana diambil dalam interval 10 tingkatan menurut teori zona system yang membedakan dari deretan paling hitam hingga putih. Pencampuran warna awal dengan warna putih atau hitam menyebabkan terang gelapnya suatu warna. Pencampuran warna orisinal dengan warna putih menghasilkan warna cerah. Lantas, pencampuran warna awal dengan hitam akan menghasilkan warna gelap. Deretan degradasi dalam tahap banyak hingga sedikit ini disebut nada warna. Warna putih akan memantulkan warna sedangkan warna hitam menyerap warna. Permukaan benda yang gelap akan menyerap banyak sinar yang datang. Sedangkan permukaan benda yang terang akan memantulkan sinar yang datang. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya overexpose parsial ketika cahaya mengenai lingkungan dimana banyak area tidak homogen.
11. Mengkombinasikan warna
Memilih warna dalam konteks fotografi berbeda dengan memilih warna untuk desain. Dalam desain semua warna dapat dipilih dan diatur pewarnaannya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sedangkan untuk fotografi, pemilihan warna merupakan upaya pemaduan warna sebelum pengambilan gambar. Pemilihan warna-warna objek dalam konsep still life. Bisa juga menghindari atau menyeleksi kolaborasi unsur materi dengan background. Menyajikan warna background yang tidak sama dengan subjek.
Bagaimana membuat warna selaras maupun harmonis? Maka kombinasi warna sangat diperlukan untuk menunjang keserasihan. Perpaduan warna terdiri dari (1) warna gradasi, (2) warna senada, (3) warna kontras atau komplemen, (4) warna acak atau tak beraturan.
Warna kontras adalah representasi kebalikan dari dua warna dalam metode diagram lingkaran warna brewster.. Warna terang dengan warna gelap, misal hitam dengan putih. Warna yang bersebrangan, yaitu cyan dengan merah, magenta dengan hijau, biru dengan kuning.
Warna gradasi adalah kombinasi warna yang hampir sama atau mirip. warna setingkat lebih gelap dibanding yang lain. Gradasi warna membuat foto mempunyai ritme warna. Biasanya ada pada saat matahari terbenam maupun terbit, ditunjukkan dengan adanya degradasi warna. Biasanya fotografer memuncul degradasi warna untuk menciptakan nada warna yang menarik dipandang. Setiap tampilan warna akan terlihat menarik, bila ada keserasian maupun komplemennya. Perpaduan gradasi dari warna awal, yaitu kombinasi hitam dan abu abu. Hijau tua dan hijau muda, biru tua dan biru muda. Maupun justru warna yang bersebrangan, yaitu warna kontras. Warna hitam sangat cocok dengan perpaduan berbagai warna, semisal hitam dengan kream.
warna hitam denga warna merah, abu abu, hijau atau kuning. Kadang warna yang dihindari dalam perpaduan, seperti warna putih dengan kuning, hijau dengan putih, coklat dengan putih, biru dengan ungu, hijau dengan merah, maupun hijau ke coklat. Objek yang kaya warna belum tentu jadi menarik dibandingkan dengan objek yang hanya menampilkan dua warna. Justru warn-warna yang hampir duo color lebih mendekati hitam putih menjadi pertimbangan menarik dalam fotografi.
Warna gradasi adalah kombinasi warna yang hampir sama atau mirip. warna setingkat lebih gelap dibanding yang lain. Gradasi warna membuat foto mempunyai ritme warna. Biasanya ada pada saat matahari terbenam maupun terbit, ditunjukkan dengan adanya degradasi warna. Biasanya fotografer memuncul degradasi warna untuk menciptakan nada warna yang menarik dipandang. Setiap tampilan warna akan terlihat menarik, bila ada keserasian maupun komplemennya. Perpaduan gradasi dari warna awal, yaitu kombinasi hitam dan abu abu. Hijau tua dan hijau muda, biru tua dan biru muda. Maupun justru warna yang bersebrangan, yaitu warna kontras. Warna hitam sangat cocok dengan perpaduan berbagai warna, semisal hitam dengan kream.
warna hitam denga warna merah, abu abu, hijau atau kuning. Kadang warna yang dihindari dalam perpaduan, seperti warna putih dengan kuning, hijau dengan putih, coklat dengan putih, biru dengan ungu, hijau dengan merah, maupun hijau ke coklat. Objek yang kaya warna belum tentu jadi menarik dibandingkan dengan objek yang hanya menampilkan dua warna. Justru warn-warna yang hampir duo color lebih mendekati hitam putih menjadi pertimbangan menarik dalam fotografi.
12. Sifat warna
Sebuah warna dapat dilihat dari berbagai sisi. Warna memiliki (1) saturasi atau kepekatan, (2) brightness (tingkat kecerahan warna) dan (3) corak (hue). Biasanya dalam software pengolah gambar selalu disertakan fasilitas ini. Saturation adalah kepekatan warna yang dimiliki suatu benda, penambahan saturasi membuat warna dalam foto lebih matang, sedangkan pengurangnya membuat semakin pudar. Brightness atau lightness menyangkut terang tidaknya suatu warna. Sementara, Hue lebih cenderung pada perubahan warna secara berbeda dari warna asal.
Sifat warna ini berbeda dengan nilai warna. Nilai warna berkolerasi dengan jumlah prosentase warna. Semisal, warna hitam 100% dengan warna hitam 90%, Maka warna hitam 90 % tidak murni hitam pekat.
Sifat warna ini berbeda dengan nilai warna. Nilai warna berkolerasi dengan jumlah prosentase warna. Semisal, warna hitam 100% dengan warna hitam 90%, Maka warna hitam 90 % tidak murni hitam pekat.
13. Hubungan warna dan exposure
Intensitas cahaya yang menerangi sebuah benda mempengaruhi tingkat exposure, yaitu seberapa besar bukaan diafragma dan rana yang digunakan. Warna permukaan benda yang diterangi cahaya bisa mempengaruhi perhitungan exposure. Tidak heran bila membidik warna putih akan menaikkan nilai exposure, sehinnga mengelabuhi pengukuran diafragma dan rana sebenarnya. Sebab warna putih dianggap sinar oleh perhitungan lightmeter kamera. Sama halnya warna pakaian hitam di daerah terang atau ruang terbuka. Maka lingkungan disekitar warna hitam akan tampak over expose karena lightmeter kamera mengukur seperti tempat yang gelap, meskipun diukur dengan average metering. Hubungan warna hitam dengan gelap sangat tidak bisa dipahami kamera dengan baik. Dalam pembacaan metering warna hitam kadang memberi unsur kesalahpahaman. Kamera membacanya seperti keadaan gelap, akibatnya meng-overexpose-kan keadaan sekitarnya.
Sabtu, 01 Oktober 2011
COLOUR THEORY
TEORI WARNA
WARNA PRIMER
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Warna primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna-warna dasar. Warna-warna lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer. Pada awalnya, manusia mengira bahwa warna primer tersusun atas warna Merah, Kuning, dan Hijau. Namun dalam penelitian lebih lanjut, dikatakan tiga warna primer adalah:
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Warna primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna-warna dasar. Warna-warna lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer. Pada awalnya, manusia mengira bahwa warna primer tersusun atas warna Merah, Kuning, dan Hijau. Namun dalam penelitian lebih lanjut, dikatakan tiga warna primer adalah:
1. Merah / Biru / Kuning
Ini kemudian dikenal sebagai warna pigmen primer yang dipakai dalam dunia seni rupa. Campuran dua warna primer menghasilkan warna sekunder. Campuran warna sekunder dengan warna primer menghasilkan warna tertier. Akan tetapi secara teknis, merah – kuning – biru, sebenarnya bukan warna pigmen primer. Tiga warna pigmen primer adalah magenta, kuning dan cyan. (Oleh karena itu apabila menyebut ”merah, kuning, biru” sebagai warna pigmen primer, maka ”merah” adalah cara yang kurang akurat untuk menyebutkan ”magenta” sedangkan ”biru” adalah cara yang kurang akurat untuk menyebutkan ”cyan”). Biru dan hijau adalah warna sekunder dalam pigmen, tetapi merupakan warna primer dalam cahaya, bersama dengan merah.
Warna primer additif
Alat/media yang menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan sensasi warna menggunakan sistem warna additif. Televisi adalah yang paling umum. Warna primer additif adalah merah, hijau dan biru. Campuran warna cahaya merah dan hijau, menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan, sedangkan campuran merah dan biru menhasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna additif primer menghasilkan nuansa warna kelabu; jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. Ruang warna/model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue). RGB didapatkan dari mengurai cahaya.
Alat/media yang menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan sensasi warna menggunakan sistem warna additif. Televisi adalah yang paling umum. Warna primer additif adalah merah, hijau dan biru. Campuran warna cahaya merah dan hijau, menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan, sedangkan campuran merah dan biru menhasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna additif primer menghasilkan nuansa warna kelabu; jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. Ruang warna/model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue). RGB didapatkan dari mengurai cahaya.
Warna primer subtraktif
Media yang menggunakan pantulan cahaya untuk untuk menghasilkan warna memakai metode campuran warna subtraktif.
Media yang menggunakan pantulan cahaya untuk untuk menghasilkan warna memakai metode campuran warna subtraktif.
Tradisional
Merah, Kuning, Biru / RYB (red, yellow, blue) merupakan rangkaian sejarah dari warna primer subtraktif. Khususnya digunakan dalam seni rupa (seni lukis). Ruang warna RYB membentuk triad warna primer dalam sebuah lingkaran warna standar; juga warna sekunder: violet, orange/jingga dan hijau. Triad warna tersusun dari 3 warna yang ekuidistan (berjarak sama) dalam sebuah lingkaran warna.
Merah, Kuning, Biru / RYB (red, yellow, blue) merupakan rangkaian sejarah dari warna primer subtraktif. Khususnya digunakan dalam seni rupa (seni lukis). Ruang warna RYB membentuk triad warna primer dalam sebuah lingkaran warna standar; juga warna sekunder: violet, orange/jingga dan hijau. Triad warna tersusun dari 3 warna yang ekuidistan (berjarak sama) dalam sebuah lingkaran warna.
Pemakaian warna merah, biru, kuning sebagai warna primer menghasilkan gamut (rentang warna) yang relatif sempit/kecil, di mana, beberapa warna tidak bisa dicapai dengan campuran tersebut. Karena alasan itu, percetakan warna modern menggunakan campuran warna magenta, kuning, cyan.
CMYK
Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian warna primer subtraktif: magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam. CMYK didapatkan dari mengurai tinta.
Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian warna primer subtraktif: magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam. CMYK didapatkan dari mengurai tinta.
Campuran warna subtraktif
Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau; campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah, sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam teori, campuran tiga pigmen ini dalam ukuran yang seimbang akan menghasilkan nuansa warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan.
Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau; campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah, sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam teori, campuran tiga pigmen ini dalam ukuran yang seimbang akan menghasilkan nuansa warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktek hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan.
Oleh karena itu, seringkali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan lantas disebut dengan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut dengan ”K” (key) dari istilah ”key plate” dalam percetakan (plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya menggunakan warna tinta hitam).
Warna sekunder
Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.
Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.
Warna tersier
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.
Warna netral
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.
Warna panas dan dingin
Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari ungu
kemerahan hingga hijau.
Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan warna dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari ungu
kemerahan hingga hijau.
Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat. Sementara warna dingin sebaliknya. Suatu karya seni disebut memiliki komposisi warna harmonis jika warnawarna yang terdapat di dalamnya menghasilkan efek hangat-sedang.
Langganan:
Postingan (Atom)























.jpg)
.jpg)





